™ Ahli IT Cilik yang Pukau Bos Apple Ini Ternyata dari Indonesia

Jannet Juni 18, 2017
Ahli IT Cilik yang Pukau Bos Apple Ini Ternyata dari Indonesia

"Akan bagus sekali bila dia bisa memberikan inspirasi kepada orang Indonesia lainnya untuk belajar coding," jelas Hendri.

Yuma memang ingin menyebarkan ilmunya kepada yang lain. Ayahnya Hendri yang juga bekerja di bidang IT mengatakan,

bila kita sabar melakukannya dan senang melakukannya." katanya. "Siapa saja bisa melakukan coding,

dan juga ingin membagi ilmunya mengenai coding kepada siapa saja yang ingin belajar. Yuma mengatakan bahwa dia ingin membuat aplikasi yang bisa mengubah dunia, Dalam wawancara dengan program Radio National ABC,

Yuma sekarang memiliki channel di situs berbagi video populer dengan nama Anyone Can Code.

Saya juga sempat berbicara dengan Michelle Obama." kata Yuma lagi. CEO Apple. "Orang-orang yang saya temui banyak di antaranya adalah para petinggi Apple dan tentu saja Tim Cook,

"Hal baru yang saya pelajari adalah ARKit (Augmented Reality) dan SceneKit (3D Graphics Engine) karena semuanya baru bagi saya."

karena menurutnya tidak ada sekolah di Australia yang mengajar bagaimana melakukan coding untuk membuat aplikasi. Yuma hanya belajar coding dari situs berbagi video, Sebelumnya,

"Ini untuk pertama kalinya saya mendapatkan bantuan profesional dari orang-orang yang betul mengerti mengenai coding," kata Yuma.

Teknologi baru yang ada sangat menakjubkan." "WWDC sangat mengesankan.

mengaku senang menghadiri acara tersebut. bocah SD di Australia yang baru pertama kali menghadiri Worldwide Developers Conference (WWDC), Yuma,

Kesan Pertama Ikut Perkumpulan Para Pembuat Aplikasi

Weather Duck dan Pocket Poke. Kid Calculator, Hunger Button, Lima aplikasi buatan Yuma yang ada di App Store saat ini adalah Let's Stack,

dan saat ini sudah punya lima aplikasi yang dipajang di App Store. Dia menciptakan aplikasi pertamanya tahun lalu, karena menurutnya PR di sekolah kurang menantang. Yuma mulai suka belajar coding sejak usia enam tahun,

Kami percaya kami adalah warga dunia." Diberi nama Yuma karena "kami ingin namanya mudah diingat dan nama yang global jadi bukan nama berbau Barat ataupun berbau Timur. Yuma adalah anak tunggal keluarga tersebut.

Sastra Wijaya yang dikutip Minggu (17/6/2017). Kami pindah ke Australia ketika Yuma berusia tiga tahun." kata Hendri dalam percakapan via email dengan wartawan ABC Australia Plus Indonesia, Kami tinggal di Singapura selama ini dan Yuma lahir di sana. dan kami sudah berada di Australia selama delapan tahun. "Saya dulu berasal dari Jakarta,

Hendri pun membenarkan bahwa dia sekeluarga berasal dari Indonesia.

Hendri Soerianto yang menemani perjalanan anaknya ke Amerika Serikat. ABC Australia Plus Indonesia mengontak sang ayah, Melihat nama keluarga Yuma yaitu Soerianto yang berbau Indonesia,

demikian lapor media minggu lalu. Saya tak sabar melihat karyamu selanjutnya," puji Cook, Saya terkesan. Kamu bisa membuat aplikasi dalam hitungan jam. Wow. "Dan kamu membuatnya di pesawat dalam perjalanan dari Australia ke AS?

hebat," komentar Cook setelah menyaksikan Yuma mendemonstrasikan aplikasinya. "Keren sekali,

Hal itu menurutnya akan berguna ketika mereka pergi berbelanja suvenir untuk oleh-oleh dari perjalanan mereka. serta disajikan dalam bentuk yang sudah dikonversi ke mata uang yang digunakan. Harga ini sudah termasuk harga sesuai penjual lokal dan pajak,

yaitu aplikasi untuk membantu orang tuanya menentukan harga sebuah barang. Tim Cook tertarik dengan aplikasi yang dibuat Yuma,

dan dengan cepat berita tersebut menyebar ke seluruh dunia. Pertemuan Yuma dengan Cook diliput oleh media,

Yuma sempat bertemu dengan CEO sekaligus bos tertinggi Apple Tim Cook yang terkesan dengan aplikasi buatan bocah itu dalam perjalanan di pesawat antara Melbourne ke Amerika Serikat. sebelum acara resmi berlangsung, Minggu lalu,

Bagi Yuma Soerianto ini adalah untuk pertama kalinya menghadiri konferensi tersebut. para pembuat aplikasi. WWDC merupakan ajang berkumpul mereka, Worldwide Developers Conference diselenggarakan setiap tahun oleh perusahaan teknologi raksasa Apple.

Australia tersebut ternyata berasal dari Indonesia. Bocah 10 tahun yang bersekolah di Midle Park Primary School di Melbourne, kehadiran Yuma Soerianto sebagai pembuat aplikasi begitu menarik perhatian CEO Apple Tim Cook dalam Worldwide Developers Conference (WWDC) di San Jose (AS) minggu lalu. Melbourne - Di usia yang masih amat belia, Liputan6.com,


Source: Liputan6.com

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.