™ Misteri Mumifikasi Alami Bunglon oleh Matahari

Jannet Juli 04, 2017
Misteri Mumifikasi Alami Bunglon oleh Matahari
Seekor bunglon di India ditemukan termumifikasi secara alami. Semakin panasnya udara diduga menjadi penyebabnya.

sehingga sebagian besar keturunannya sekarang adalah pejantan. Populasi tuatara telah terpengaruh oleh panas yang sangat kuat, Contoh dari hal ini sudah terlihat di Australia.

semua telur akan menjadi jantan. Jika menjadi terlalu panas, Suhu di mana telur diinkubasi menentukan jenis kelamin. Reptil bertelur dan suhu merupakan faktor besar pada jenis kelamin bayi di dalam telur tersebut. Panas turut membawa masalah lain untuk reptil.

bahkan kenaikan suhu yang sedikit di luar itu bisa mendorong mereka ke tekanan akan hawa panas yang cukup parah," kata Refsnider. mereka berada di daerah yang sudah hampir sepanas toleransi suhu yang bisa mereka hadapi, "Banyak reptil yang tinggal di padang pasir atau daerah tropis,

Misteri Mumifikasi Alami Bunglon oleh Matahari

Suhu mereka didasarkan pada apa yang ada di sekitar mereka. mereka tidak bisa berkeringat seperti manusia atau terengah-engah seperti anjing. Jika mereka merasa panas, mereka tidak bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri. Hal ini karena reptil adalah ektoterma, Reptil mungkin menjadi yang sangat sulit menerima tren pemanasan ekstrem.

kondisi ini diperkirakan bisa semakin panas sepanjang abad berikutnya. Seiring waktu, Gelombang panas sedang menjadi pembicaraan dunia. Para ilmuwan menyalahkan perubahan iklim.

Anda tidak dapat benar-benar membalikkannya." begitu itu terjadi, sel-sel Anda mulai berantakan dan, "pada tingkat sel, Dia menambahkan,

protein Anda benar-benar mulai terhampar." "Dan jika suhu di luar itu, "Semua hewan bisa menangani suhu sampai batas tertentu," katanya.

Ohio. kata ahli herpetologi Jeanine Refsnider di University of Toledo, mereka masih bisa mengalami tekanan saat menghadapi hawa panas, Meskipun bunglon biasanya beradaptasi untuk tinggal di lingkungan yang panas,

suami saya adalah seorang herpetologis terkenal dan tidak mungkin terbodohi oleh lelucon." Juga, karena mereka pikir itu berbisa. "Tidak ada penduduk lokal yang akan menyentuh bunglon, "Keluarga saya tinggal di sebuah peternakan pribadi tanpa akses ke orang luar," kata Lenin.

Tapi Lenin membela ceritanya.

atau untuk tahap ini," ujarnya. "Saya menduga seseorang menempatkan bunglon kering di atas pompa sebagai lelucon,

ujar Raxworthy kepada Live Science melalui surelnya. dan akan jatuh ke tanah saat mereka hampir meninggal, kehilangan kemampuan untuk mencengkeram dan memanjat, Bunglon yang mengalami dehidrasi atau lemah,

New York City. kurator-penanggung jawab Departemen Herpetologi di Museum Sejarah Alam Amerika, "Aneh kalau bunglon yang mati mencengkeram pipa air," kata Christopher Raxworthy, tidak semua orang yakin dengan kesimpulan tersebut. Namun,

seperti yang dilaporkan olehNational Geographic (23/6). Reptil tersebut rupanya tewas saat mencoba minum dari pipa,

Itulah sebabnya beberapa budaya kuno menyingkirkan organ dalam pada jenazah sehingga individu tersebut dapat dengan mudah diawetkan. mempercepat pembusukan dengan menelan jaringan lunaknya. bakteri yang hidup di dalam usus makhluk itu melawannya, Pada saat organisme mati,

Hal ini juga yang dapat menjadi faktor untuk mempercepat proses mumifikasi. Para semut diduga membuat lubang-lubang tersebut untuk mengakses "makanan" dalam jeroan bunglon tersebut.

Lubang-lubang ini diyakini disebabkan oleh semut. hewan itu memiliki dua lubang kecil yang menjadi jalan masuk ke dalam tubuhnya yang telah dikeringkan. Selain kulitnya yang kering,

memperlihatkan bunglon tersebut mati dengan masih mencengkeram keran dengan kaki kanannya di sebuah daerah di India. Sebuah foto yang telah beredar di Twitter,

seperti unggahan dari penulis dan pembuat film satwa liar Janaki Lenin. Seekor bunglon india (Chamaeleo zeylanicus) telah termumifikasi hidup-hidup oleh matahari tropis,

Namun satu satwa liar pada masa sekarang telah menjalani proses pelestarian yang sama namun dengan cara yang alami. Kegiatan pengeringan mayat atau mumifikasi untuk diawetkan telah dipraktikkan berabad-abad yang lalu.


Source: Beritagar.id

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

EmoticonEmoticon

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.