Penulis: Anggita Muslimah Maulidya Prahara Senja Editor: Dian Maharani
Angkot ber-AC ini akan menjadi pilot project dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Angkot Ber-AC di Kota Bekasi sudah beroperasi selama lebih dari 1,5 bulan.
Setelah itu tercetuskan bahwa angkot ber-AC diterapkan guna membuat penumpang mau naik angkot dan dapat bersaing dengan angkutan umum aplikasi online.
Adanya angkot ber-AC ini juga bermula dari adanya pertemuan antara para pemilik dan sopir angkot bersama dengan Kemenhub.
misalnya dari rumahnya di daerah Mandala Jati Asih ke Terminal Bekasi hingga kembali lagi ke Mandala. Ia menjelaskan membeli bensin seharga Rp 35 ribu untuk sekali putaran,
Penghasilan yang didapatkan Darisman ditegaskan sudah bersih dari uang untuk pengisian bensin.
soalnya ini jalurnya macet,” kata Darisman. kalau jalan terus bisa sampai 5 rit, “Saya biasanya paling 2,5 sampai 3 rit,
Sebab biasanya ia hanya melakukan 2 hingga 3 kali rit perjalanan bolak-balik dalam satu trayek. Pendapatan ini juga tergantung lama kerja Darisman. Ia menjelaskan saat ini pendapatan bersihnya bisa mencapai Rp 300 ribu setiap harinya.
Selasa (4/7/2017). Sekarang setoran sudah normal dibandingkan sebelumnya (angkot tanpa AC),” ujar Darisman kepada Kompas.com di Bekasi, bisa-bisa dapat Rp 30 ribu. “Kalau dulu lebih susahlah,
sopir angkot 02 rute Pondok Gede-Terminal Bekasi mengaku penghasilannya bertambah setelah angkot dipasangi AC. KOMPAS.com – Darisman (46), BEKASI,
Source: Kompas.com
EmoticonEmoticon
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.