kalau tidak bermanfaat enggak usah," tutup dia. kalau bermanfaat kita klik, kemudian kita berpikir bahwa bermanfaat atau tidak, Kemudian kita berpikir sebelum mengklik, "Nah sikap-sikap kita supaya jangan asosial tentu harus kita lakukan dengan menyaring informasi-informasi yang akan kita saring.
jangan bersikap asosial karena apa yang di kita sampaikan itu dan kemudian kita tuangkan di dalam media sosial dan kita klik itu sudah menjadi sebuah informasi kepada banyak orang sehingga banyak orang juga yang bisa mengetahui informasi itu," tegas Martinus. "Kepada masyarakat agar betul-betul memanfaatkan media sosial itu untuk bersikap sosial,
sama sekali tidak benar. lalu membuat pernyataan orang itu mampu atau tidak, kemudian menggolongkan pangkat, orang memiliki harta atau tidak, Menurut dia,
Selasa (4/7). Jakarta, Jalan Trunojoyo, ukuran orang itu berpendidikan atau tidak," kata Kabagpenum Mabes Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, soal mampu tidak mampu itu kan ukurannya adalah negara bukan harta ya, Tapi persoalan ini sudah selesai. ini yang kita kembalikan kepada yang menulis itu. penilaian mereka demikian, "Ya itu kan penilaian mereka ya,
Jangan juga mennyimpulkan dan menilai kalau brigadir polisi dari kalangan miskin. Ada pesan yang disampaikan hendaknya mengukur seseorang tidak berdasarkan harta. Mabes Polri juga menyampaikan bahwa soal brigadir miskin ini sudah selesai.
Dia menyesali perbuatannya. Ari kemudianmengunggah permintaan maaf di media sosial.
Ari memang menyebut brigadir polisi dari keluarga miskin dan hanya bisa kredit motor di akun instagramnya @rielmen. Pejabat Satpol PP Jawa Barat (Jabar) Ari Safrizal sudah meminta maaf terkait ucapannya mengenai brigadir miskin.
Source: kumparan
EmoticonEmoticon
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.