Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lifestyle. Tampilkan semua postingan
™ Perjalanan dari Tembok Menuju Brand Ternama Darbotz,

™ Perjalanan dari Tembok Menuju Brand Ternama Darbotz,

Jannet Juli 24, 2017 0
Darbotz, Perjalanan dari Tembok Menuju Brand Ternama

—Rappler.com tinggal dan lahir di Jakarta,” katanya singkat. “Nama asli enggak usah ya,

Alasan utamanya karena ia berharap orang-orang bisa lebih mengenal karyanya. Darbotz juga enggan membeberkan nama aslinya dan identitas lengkap mengenai dirinya. Selain itu,

‘Oh ya udah’,” ujarnya. nanti jadi kayak, mukanya yang mana, Kalau orang sudah kenal siapa Darbotz, “Biar seru aja.

ia selalu menutupi wajahnya agar memiliki kesan misterius. Ketika foto, Jangan heran kalau wajah Darbotz tidak pernah terpampang di media sosialnya.

Darbotz, Perjalanan dari Tembok Menuju Brand Ternama

Identitas Darbotz

saya ingin lebih sering di luar negeri sih untuk pameran dan segala macem,” katanya. “Di jakarta atau di Indonesia udah sering banget,

ia juga berharap bisa mengikuti pameran dan go international. Selain itu, Darbotz berharap bisa mengadakan kolaborasi dengan banyak pihak lainnya. Untuk ke depannya,

Kolaborasi yang satu ini ditujukan untuk desain dari produk terbaru dari DC Shoes yang pada akhirnya produk tersebut dijual secara global. DC Shoes. baru-baru ini Darbotz bekerja sama dengan salah satu brand ternama dunia, Selain hotel,

Darbotz, Perjalanan dari Tembok Menuju Brand Ternama

Hasilnya pun tidak mengecewakan. Waktu pengerjaannya sendiri sekitar satu bulan. Darbotz bersama timnya yang beranggotakan tujung orang dipercaya untuk menggambar hotel dari atas sampai bawah. Saat itu,

Jakarta Pusat. Salah satu kerja sama yang pernah dilakukan adalah untuk menggambar satu hotel di kawasan Thamrin, tapi beberapa orang melihat karya Darbotz sebagai karya yang sangat unik dan akhirnya memutuskan untuk bekerja sama dengannya. Meskipun awalnya ia hanya iseng mencorat-coret di tembok Jakarta,

Bahkan ia mengaku bahwa Jakarta yang banyak menginspirasi karyanya. Darbotz yang selalu terlihat misterius ini ternyata suka dengan situasi kota yang sibuk dan padat.

Terinspirasi Jakarta

Ia selalu berusaha meyakinkan mereka bahwa ia menggambar agar tembok tersebut terlihat lebih bagus. tapi ia bisa menjelaskan bahwa ia menggambar di tembok bukan untuk membuatnya kotor atau tanpa alasan yang jelas. Ia mengaku meskipun sempat beberapa kali ditangkap, pengalamannya ditangkap aparat keamanan seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sudah dianggap biasa. Selama menggambar di tembok,

Hitam dan putih membuat karya saya beda,” kata pria yang tidak ingin diketahui nama aslinya. apalagi sama poster-poster yang warnanya kuning dan segala macam itu. “Di Jakarta sendiri sudah terlalu ada banyak warna,

tetapi hitam dan putih merupakan warna yang tidak akan pernah lepas dari gayanya. Meskipun ia mengaku pernah beberapa kali menggunakan warna lain seperti biru,

Darbotz, Perjalanan dari Tembok Menuju Brand Ternama

karena karakter ini orisinil miliknya dan juga dengan warna yang hitam-putih. Karakter dari Monster Ball ini juga membuat Darbotz banyak dikenal, atau yang biasa dikenal dengan Monster Ball. Darbotz memiliki signature sendiri mengenai karya yang ia buat, sudah banyak tembok di daerah Jakarta yang sudah ia coreti dengan karyanya yang unik dan khas. Hari demi hari,

  pada 13 Juli. kepada Rappler usai peluncuran koleksi musim panas 2017 DC Shoes di Jakarta, seorang seniman graffiti di Tanah Air, jadi ya kenapa enggak gambar di tembok aja sekalian,” kata Darbotz, Waktu itu juga saya suka gambar, “Pertama kali saya kenalan sama pylox itu waktu SMA.

ternyata bakat menggambar dari Darbotz mulai terlihat kala itu. Indonesia — Berawal dari hobi menuliskan nama gengnya saat duduk di bangku sekolah, JAKARTA,

Foto oleh Dzikra Fanada/Rappler Seniman mural Darbotz saat peluncuran koleksi musim panas 2017 DC Shoes di Jakarta pada 13 Juli 2017. GRAFFITI.


Source: Rappler.com
™   Survei LinkedIn: Dokter Tak Lagi Jadi Pekerjaan Impian Anak-anak

™ Survei LinkedIn: Dokter Tak Lagi Jadi Pekerjaan Impian Anak-anak

Jannet Juli 24, 2017 0
 Survei LinkedIn: Dokter Tak Lagi Jadi Pekerjaan Impian Anak-anak
Jaringan profesional LinkedIn merilis hasil survei tentang Perkerjaan Impian Masa Kecil. Apa sajakah?

{Hampir setengah dari seluruh pelajar menyatakan bahwa mereka memiliki minat besar terhadap pekerjaan impian tersebut. Motivasi di balik pekerjaan impian ini didorong oleh semangat dan inspirasi. ikut serta dalam survei ini. termasuk pelajar dan profesional muda, Sebanyak lebih dari 1.000 responden di Indonesia, 0|}

sehingga mempermudah mereka mendapatkan ilmu untuk mengejar impian. Hal ini menandakan lebih terbukanya akses ke pendidikan, yakni 8% mengatakan bahwa akses pendidikan merupakan tantangan besar. Hanya sebagian kecil,

|

akses finansial dan akses ke jaringan yang tepat dilihat sebagai halangan terbesar menuju pekerjaan impian masing-masing sebesar 51% dan 28%. Di kalangan pelajar,

 Survei LinkedIn: Dokter Tak Lagi Jadi Pekerjaan Impian Anak-anak

serta minat dan pemaknaan sebuah pekerjaan juga menjadi alasan kedua dan ketiga terbesar mengapa mereka dapat bekerja di posisi saat ini. Survei juga menemukan bahwa faktor lain seperti pendapatan dan keuntungan yang baik,

Lebih dari 55% menekankan bahwa mereka tidak memiliki kesempatan untuk mengejar mimpi masa kecil mereka dikarenakan kualifikasi (latar belakang) pendidikan dan kemampuan.

jika ternyata pendidikan dan kemampuan memegang andil yang paling besar sebagai alasan profesional muda memilih pekerjaan mereka saat ini. Bukanlah hal yang mengejutkan,

22 Juli 2017. Sabtu, dengan terhubung pada jaringan profesional dan berbagai informasi yang tersedia di dalamnya,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers, Para pelajar dan profesional dapat mengasah kemampuan dan ilmu mereka, “Evolusi pekerjaan impian dari masa ke masa menandakan perubahan ketertarikan dan keinginan terhadap kemampuan dan keterampilan baru – seperti contoh kemampuan bidang IT dan finansial yang semakin dibutuhkan saat ini.

dan mayoritas (89%) memiliki kepercayaan diri untuk mampu meraih impian mereka. sebanyak 94% responden merasa didukung penuh oleh orang tuanya, Hal ini semakin diperkuat oleh dukungan orang tua, dengan lebih dari 30% menyatakan bahwa seseorang atau sesuatu telah menginspirasi mereka. Hal tersebut memiliki arti yang spesial bagi mereka,

|

wiraswasta atau pengusaha masih menjadi idaman lintas generasi. Walaupun begitu, yang merupakan pekerjaan impian yang favorit pada generasi sebelumnya. dan guru atau dosen, polisi atau tentara militer, Southeast Asia and North Asia LinkedIn Linda Lee mengatakan Jenis pekerjaan tersebut mampu menggeser kepopuleran dokter atau suster, Head of Communications,

termasuk di bidang sains dan teknik. Hasil survei mengungkap jenis pekerjaan yang terkait dengan industri IT dan keuangan menjadi semakin populer di kalangan pelajar masa kini, Jakarta - Jaringan profesional LinkedIn merilis hasil survei tentang Impian Masa Kecil. TEMPO.CO,


Source: Tempo.co
™  Begini Cara Es Batu Bisa Cegah Keriput dan Tingkatkan Kualitas Tidur

™ Begini Cara Es Batu Bisa Cegah Keriput dan Tingkatkan Kualitas Tidur

Jannet Juli 24, 2017 0
Begini Cara Es Batu Bisa Cegah Keriput dan Tingkatkan Kualitas Tidur
Bersihkan wajah terlebih dahulu. 1.

Ini Caranya" Cukup Andalkan Es Batu, Artikel ini sudah tayang di tribunnews dengan judul "Wajah Kinclong Dan Awet Muda Seperti Maia Estianty?

dapat mencegah keriput dan dapatmeningkatkan kualitas tidur. (*) (Ika Bramasti) Dengan begitu,

Lakukan perawatan tersebut secara rutin sebelum tidur.

Pijat lembut dengan kantong es disekitar wajah dan leher selama tiga menit. 3.

jangan langsung dioles ke wajah. Lapisi es batu dengan kain atau kantong plastik, 2.

Es batu tak hanya berkhasiat menyegarkan, namun juga bisa digunakan untuk kecantikan.

Cara mengaplikasikan es batu agar awet muda:

Seperti yang dilansir Grid.ID dari Brightside berikut ini.

ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Namun untuk mengaplikasikannya pada wajah,

namun juga bisa digunakan untuk kecantikan. Es batu tak hanya berkhasiat menyegarkan,

Yaitu cukup dengan menggunakan es batu.

Padahal ada cara mudah dan praktis untuk membuat wajah tampak bersih dan awet muda.

Selain itu juga dapat menimbulkan efek samping jika dilakukan dalam jangka panjang.

Seperti menggunakan obat-obatan dengan bahan kimia yang tentunya membutuhkan banyak biaya.

Grid.ID - Berbagai cara ditempuh orang agar bisa awet muda.


Source: grid.ID
™ Total Harga Fashion Nagita saat Liburan di Eropa Ini Bikin Melongo!Keliatan Biasa,  Busyet!

™ Total Harga Fashion Nagita saat Liburan di Eropa Ini Bikin Melongo!Keliatan Biasa, Busyet!

Jannet Juli 23, 2017 0
Busyet! Keliatan Biasa, Total Harga Fashion Nagita saat Liburan di Eropa Ini Bikin Melongo!
Raffi Ahmad dan nagita Slavina

Triroessita Intan Pertiwi) guys? (TribunStyle.com, menurut kamu gimana, Well,

py_maniez : "Amazingg.."

elliana_elli : "Wow 40jt buat sekali pake"

nathanmaulana172085 : "Smua pst pda ngitung ttlx brp pluh jeti (emoji)"

unggahan ini menuai banyak komentar dari netter. Tak elak,

#Dior 'Fusion Sneakers' dari modesens.com $1,100 / 15.000.000

Busyet! Keliatan Biasa, Total Harga Fashion Nagita saat Liburan di Eropa Ini Bikin Melongo!
instagram.com/fashion_nagitaslavina

#Fendi 'Micro Double Baguette Crossbody Bag' dari modesens.com $1,800 / 23.900.000 IDR

#Dior 'Mirrored Contrast Metal Angled Cat Eye' tersedia di lanecrawford.com $543 / 7.400.000 IDR

#Duma 'Klocka Top' dari dumaofficial.com 650.000 IDR

total harga 4 fashion item tersebut ternyata sebesar Rp 46.950.000,00. Melansir Instagram fashion_nagitaslavina,

crossbody bag dan juga kaca mata. atasan bertema ombak, celan jeans hitam, Gigi memilih mengenakan sneakers motif bunga,

OOTD Gigi yang ia pakai saat sedang jalan-jalan di Eropa beberapa waktu lalu. Sebagai contoh,

fashion item ibu dari Raffatar ini dibandrol dengan harga mahal. dibalik penampilan Gigi yang sederhana, Tak disangka,

istri dari Raffi Ahmad ini sering terlihat memakai pakaian simple namun fashionable. Meski telah bergelimang harta,

TRIBUNSTYLE.COM - Nagita Slavina menjadi salah satu artis yang sangat santai dalam berpakaian.


Source: Tribun Style
™ Gejala si Cerdas yang Tak Merasa Cukup Impostor Syndrome,

™ Gejala si Cerdas yang Tak Merasa Cukup Impostor Syndrome,

Jannet Juli 23, 2017 0
Impostor Syndrome, Gejala si Cerdas yang Tak Merasa Cukup
Ilustrasi depresi. Getty Images/iStockphoto

prestasi bisa jadi jebakan mengerikan.”
Dan bila kamu tidak mengetahuinya, Prestasi akan tampak indah saat kamu tahu kenapa kamu melakukan sesuatu untuk memperolehnya. Jalan yang didefinisikan sendiri atas dasar alasan-alasan tertentu. jalan yang bebas dari beban mengetahui bagaimana sesuatu seharusnya menjadi. kamu perlu mengendalikan perasaan tersebut agar bisa mengukir sendiri jalanmu, Namun, atau nilai orang-orang lain. standar, ketidakpercayaan diri dan perasaan kurang berpengalaman mengarahkan kamu untuk mengamini ekspektasi, “Kadang, Portman berkata, Merefleksikan pengalamannya sebagai salah satu penderita impostor syndrome,

 Ini akan menghindari potensi justifikasi pemikiran negatif yang membuncah di kepala para penderita impostor syndrome. sodorkan draf pekerjaan yang sedang ditangani kepada teman untuk dikomentari. Cara lainnya, makin berkembang kecenderungan perfeksionis dan pikiran-pikiran ‘takhayul’ semacam ‘pekerjaan saya belum cukup sempurna dan mesti diperbaiki lagi’. Semakin lama orang menghadapi pekerjaan, mereka bisa memotong dua jam dari berfokus pada hal yang sama. alih-alih menghabiskan 10 jam mengerjakan tugas, Misalnya, menyarankan orang-orang dengan imposter syndrome untuk mengubah cara berpikir mereka tentang kesuksesan dengan melakukan beberapa hal. Ph.D. Imes, Suzanne A.

orang-orang yang merasa mengalami impostor syndrome patut mengingat bahwa tidak ada satu orang pun yang sempurna. Kalaupun saat ini atau pada masa depan kegagalan menghampiri, Yakinkan diri bahwa pencapaian-pencapaian yang ada bukanlah berkat menipu orang sekitar. ingat kembali hal-hal yang orang katakan tentang kesuksesan yang telah diraih seperti yang dilakukan Lakhsmi. Setiap kali impostor syndrome menyerang,

Melihat kembali catatan perjalanan sebelum mencapai kesuksesan atau memperoleh sebegitu banyak pengetahuan dan pengalaman juga bisa menjadi dorongan internal untuk mengatasi impostor syndrome. bekerja dengan orang-orang yang kemampuannya masih berada di bawah penderita impostor syndromebisa membantu mereka menyadari bahwa ada hal-hal yang mereka kuasai betul. Terkadang, Mencari bantuan dari orang-orang yang lebih berpengalaman saja tidak cukup. yakni berbalik dan mengenali baik-baik kepakarannya. mereka dapat mencoba strategi berikutnya, irasional, Saat menyadari bahwa kondisi yang dialaminya normal dan secara bersamaan, siswa kepada mentor misalnya. strategi pertama yang bisa dilakukan adalah menceritakan pengalaman ini kepada orang-orang yang dianggap kredibel, Dikutip dari situs American Psychological Association, Sejumlah strategi bisa dijajal oleh orang-orang yang merasa dirinya mengalami impostor syndrome.

Mengenal Impostor Syndrome

bagaimana mengatasi hal ini? Lantas,

dan sejumlah pengalaman hidup lain adalah sebagian di antaranya. bos yang buruk, Pengalaman masa kecil, timbulnya impostor syndrome dipicu oleh banyak faktor. Brown juga menambahkan,

Impostor Syndrome, Gejala si Cerdas yang Tak Merasa Cukup
Infografik impostor syndrome

bahkan depresi. stres, potensi gangguan psikologis yang lebih parah dapat terjadi: kecemasan, Jika impostor syndrome dibiarkan berkembang, menciptakan penilaian diri rendah,” jabar Brown. mereka akan menghabiskan waktu dan energi untuk merundung diri sendiri dan pada akhirnya, “Ketika pikiran-pikiran negatif (yang dialami penderita impostor syndrome) menghantui,

impostor syndrome juga kerap dihubungkan dengan kecenderungan perfeksionis sebagian orang. menurut Brown, Selain itu, Perasaan takut mencoba hal baru juga hal yang lumrah ditemukan dalam diri orang-orang dengan impostor syndrome. hingga kemudian mencicipi kegagalan. mendapat umpan balik negatif, mereka juga terobsesi pada gagasan bahwa mereka akan membuat kesalahan, Tidak hanya itu, semakin menanjak kebutuhan untuk diterima dan diakui yang muncul dalam diri para penderita impostor syndrome. Semakin banyak prestasi yang dikumpulkan, Impostor syndrome mengakibatkan orang-orang bekerja lebih keras untuk mencegah orang mendapati mereka tengah "menipu".

anggapan bahwa perempuan lebih potensial mengalami ini muncul karena mereka lebih mungkin mendiskusikan perasaan mereka kepada teman dan keluarga dibanding laki-laki.” Selain itu, sebagian orang tidak mengenali istilah khusus terkait gejala yang mereka alami. laki-laki pun banyak yang mengalami impostor syndrome. Perkaranya, “Sama seperti perempuan, ia mengatakan, Saat menjelaskan tentang impostor syndrome kepada Manchester Evening News, menyatakan hal yang berbeda dengan anggapan ini. Amanda Brown, Penggagas The Leading Ladies Company, Sejumlah psikolog mengatakan bahwa impostor syndrome jamak ditemukan dalam diri perempuan-perempuan yang mencetak prestasi tinggi atau para siswa dengan rapor gemilang.

Tidak jarang mereka merasa bahwa kesuksesan tersebut adalah hasil dari menipu orang sekitarnya sehingga mereka dianggap lebih pintar dan kompeten daripada yang sebenarnya mereka pikir. Bukti-bukti kesuksesan yang mereka terima dipandang sebagai suatu keberuntungan atau hal yang terjadi pada saat yang baik saja. Ketakutan akan dianggap sebagai "penipu" juga terus menerus dialami oleh orang-orang ini. Hal ini merujuk kepada kondisi yang dialami orang-orang berprestasi yang tidak mampu menginternalisasi pencapaiannya. Imes pada 1978. Clance dan Suzanne A. Pauline R. Istilah impostor syndrome pertama kali dicetuskan oleh psikolog klinis Dr. dan konsultan neuropsikologi mendeskripsikan kondisi ini. penulis, behavioral psychologist, Ph.D., Susan Weinschenk, Dalam situs Psychology Today,

* Kondisi seperti ini dikenal dengan sebutan *impostor syndrome. selalu saja muncul perasaan tidak pantas dan menganggap kesuksesan yang digapai merupakan kebetulan belaka. Tidak peduli seberapa tinggi prestasi yang telah diraih, Pengalaman beberapa pesohor ini bisa jadi ditemukan pula dalam keseharian orang-orang yang tak tercatat ceritanya di media massa.

saya pikir semua orang akan menyadari (kesalahan ini) dan mereka mengambil kembali piala Oscar yang saya terima,” ungkapnya kepada wartawan 60 Minutes pada Desember 1999. Sama seperti saat saya masuk kampus Yale, “Saya pikir kemenangan saya adalah suatu kebetulan yang menguntungkan. Jodie Foster pun mengaku mengalami hal senada dengan Portman dan Lakhsmi. Saat memenangi Oscar berkat perannya di film The Accused,

yang mesti saya lakukan adalah mengandalkan apa yang saya tahu alih-alih yang tidak saya pahami.” Setiap kali saya merasa tidak percaya diri atau tak merasa cukup—yang notabene sering kali saya alami di tempat syuting—, sepertinya salah satu orang dengan cita rasa paling sensitif yang pernah saya temui.’ Saya terus mengenang kata-kata ini. Padma punya cita rasa begitu sensitif, ‘Tidak, Éric Ripert (penulis dan koki asal Perancis) mengatakan kepada koki lain, bahkan mungkin ia tidak menyadarinya, Pada suatu waktu, saya hanya akan menjadi pembawa acara yang baik saja. Saya merasa tidak memiliki pengalaman memasak di restoran… Saya pikir, saya menderita…impostor syndrome. “Pada musim pertama Top Chef, sempat menyatakan, pembawa acara dan salah satu juri Top Chef misalnya, Padma Lakhsmi, sederet pesohor lainnya pun pernah mengalami hal serupa. Diwartakan The Cut, Tidak hanya Portman yang pernah meragukan kemampuannya sendiri.

Ia melewati tahun-tahun pertama di kampus mencoba membuktikan kepada orang lain dan dirinya bahwa ia serius mengambil studi di Harvard dengan cara mengambil kelas-kelas yang sulit saja. Portman mengaku kerap merasa terintimidasi oleh keberadaan banyak temannya yang dia rasa begitu pandai. Saat berkuliah dulu, saat berpidato di depan para mahasiswa Universitas Harvard—tempatnya meraih gelar sarjana Psikologi dulu. Natalie Portman, Kutipan ini diambil dari ucapan pemeran utama film Black Swan,

saya mesti membuktikan bahwa saya bukan sekadar aktris bodoh.” saya merasa sama seperti saat saya masuk Harvard pada 1999… Saya merasa seperti ada kesalahan—bahwa saya tidak cukup pintar untuk ada di sini dan setiap saya membuka mulut, Hari ini, kamu di sini karena suatu alasan. Saya harus mengingatkan diri saya sekarang, saya tetap merasa tidak percaya bahwa diri saya layak. “…bahkan 12 tahun setelah lulus,


Source: tirto.id